Total Tayangan Laman

Rabu, 21 Maret 2012

Tentang sebuah hati ~ 4

Di kafe itu hanya ada aku,kamu dan sekumpulan cewek-cewek abg yang sedang asyik bercerita. Kamu pilih meja disudut agak menjauh dari mereka, hingga aku bisa melihat pemandangan diluar kafe. sore ini begitu ramai.
Kamu duduk dihadapanku. Aku bingung mau mulai dari mana kalimatku, sulit rasanya mengeluarkan kata-kata. Aku terdiam, kamu terdiam dan kita hanya bisa terdiam berusaha menguasai suasana hati.

“ terimakasih, kamu sudah mau menemaniku sore ini..” katamu pelan memecah keheningan.
 Aku masih terdiam, entahlah.. aku bingung. “oh Tuhan.. tolonga aku.” Pintaku dalam hati.

Pelayan kafe datang menanyakan apa ada yang akan kami pesan saat ini?.
Kamu pesan 2 jus jeruk dan seporsi lumpia goreng. “masih sama.” Batinku.
Angin dari hembusan ac membawa wangi parfummu ke hidungku,
aku ingat wangi itu, wangi yang selalu hadir disamping tempat dudukku.
Ku kuasai hatiku.

“ kamu..kamu apa kabar…?” tanyaku.
" baik...kamu?" jawab kamu.
Aku mengangguk perlahan menghilangkan keterpakuannku.
 
Pelayan kafe kembali dengan pesanan tadi dan menyajikannya dihadapan kami, lalu pergi menghilang dibalik tempat duduk kasir.
Kamu memintaku minum. Rasa jus jeruk ini membuat suasana hatiku terasa lebih tenang.

“ Maaf…maaf aku tak menghubungimu kemarin, aku terlalu sibuk dengan segala kegiatanku, terimakasih kamu mau membalasnya”. katamu memulai pembicaraan.

Aku mencoba menatapnya menyusun kekuatanku untuk berbicara, setumpuk pertanyaan yang kemaren mulai muncul dibenakku.
 Aku ragu.. apa aku sanggup menanyakan itu semua...? atau….ach.!

“Seharusnya aku yang minta maaf sama kamu..aku udah mengganggu waktumu,
 minta maaf karena aku tak bisa menahan diri utuk tidak menulis surat buat kamu,
memberi ucapan selamat ulangtahun buat kamu…Maaf “.  kataku merasa bersalah.

“kamu gak berubah, kamu masih seperti yang dulu..perhatian.
aku senang menerima semua surat dan ucapanmu “. Katamu lembut.
Dan aku gak percaya rasa itu ternyata masih kamu simpan dan miliki,sungguh.
Aku tersanjung, sekian lama kita berpisah  tapi rasa dihati kamu ga berubah untukku..
 terimakasih ya“. katamu lagi.

Tak terasa tetes bening yang hangat itu menyentuh pipiku.
aku menangis, bayangan dirimu yang dulu sekarang bermain dalam benakku,
aku tertunduk menyembunyikan perasaanku.

“ hey.. kamu menangis?” tanyamu berusaha menghapus airmataku.

“Aku..aku tak mengerti......
 semua terjadi begitu cepat, begitu tiba-tiba.
aku gak nyangka akan bertemu kamu seperti ini. Rasanya kamu dulu begitu membenciku,
sampai maafku pun kamu tak pernah mau tau..” kataku pelan menahan airmataku.

Kamu terdiam,
sepertinya kamu sedang mengingat semua masa lalu itu.
Lalu kamu raih tanganku. menatapku dengan tatapan lembut,
 dan berusaha menguasai suasana hati kamu.

“Aku tau..Aku minta maaf,
 aku ingin kamu juga tau aku juga tak pernah melupakanmu.
 Saat itu aku gak berani jujur dengan perasaanku, aku memang egois, aku terlalu malu mengakui itu semua. Maaf..... aku minta maaf sama kamu, untuk semua yang telah aku lakukan kepadamu”. Katamu dengan menatapku lekat, menggenggam erat tanganku, meyakinkanku kalau itu benar-benar keluar dari hatimu.

Perlahan ku angkat wajahku, memandang sosok wajah lembut yang selalu membayangiku, mencari-cari kebenaran atas kata-kata yang terucap.
Kamu terlihat begitu tulus mengakuinya, hanya ini yang aku inginkan selama ini, kejujuranmu..ketulusanmu.

“kamu mau memaafkan ku kan..?” Tanya kamu lagi.

Kulepaskan genggaman erat tanganmu perlahan, menghapus setiap tetes bening yang jatuh, menguasai diri, menenangkan hati lalu kemudian tersenyum untukmu.
Senyum manis yang selalu ku berikan tiap kali kau berikan bukumu padaku.

“sebelum kamu minta maaf, aku telah memaafkanmu tapi kamu juga harus maafkan kekhilafanku dulu ya”. Pintaku.

Kamu tersenyum, senyum terindah yang pernah aku miliki.

Ternyata kita punya rasa yang sama dan itu tak bisa dipungkiri, tak perlu lagi menutupi apalagi sembunyi. Biarlah..biar mereka tau kalau sebenarnya hati kita memang menyatu dan tak pernah terpisahkan.
Semua begitu indah pada akhirnya. Bayang-bayangmu menghilang tergantikan dengan keberadaanmu disisiku..sungguh.. mimpi itu menjadi nyata dan aku bahagia karenanya.

                                                           ~ selesai ~
U/ kamu diseberang lautan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar