Total Tayangan Laman

Senin, 26 Maret 2012

Ruang biru hatiku. ~5.

Minggu pagi cerah..

Hujan yang mengguyur tadi malam membuat udara pagi ini terasa sejuk, apalagi sinar mentari tak terhalang oleh awan, hmm…..benar-benar cerah hari ini.
Aku membayangkan wajahmu yang pucat kemarin, sepertinya aku ingin melihatmu lagi, tapi dengan wajah cerah seperti hari ini. “apa boleh ya aku memiliki wajah cerahmu..?” batinku.

“Tuhan… kalau boleh hamba meminta, hamba ingin memiliki dia, yang sekarang sedang bermain difikiran hamba.. “ pintaku dalam doa pagi ini.

Sore ini aku ingin kembali menemuinya, aku ingin mengungkapkan perasaan ku,
aku ingin dia tau kalau dia telah menciptakan ruang dalam hatiku, sejak pertama bertemu hingga hari ini waktu ku tersita hanya untuk memikirkan cewek tomboy bertopi yang selalu hadir membayangi langkah ku.

Sepertinya cuaca mendukung perjuanganku nih.. masih tampak cerah, warna senja mulai terlihat indah. Tak seperti pertama kali pergi dengannya kali ini aku merasa yakin dengan penampilanku, rasanya dia tak akan keberatan dengan penampilanku yang penting masih terlihat sopan. Aku tersenyum sendiri melihat wajahku dicermin.

Rumah itu  masih terlihat indah, lampu taman sudah menyala pagarnya tak terkunci. Ku buka perlahan menimbulkan bunyi derit besi bergeser, menutupnya kembali dan berjalan kearah pintu. Aku melihat ada yang mengintip dari balik jendela, entah siapa?.
Belum sampai ku ketuk, pintu sudah terbuka, teman satu rumahnya tersenyum kepadaku. Menyuruhku masuk dan duduk, sepertinya dia sudah tau maksudku.

“tunggu ya sebentar dia baru selesai mandi, kamu mau minum apa?”  tanyanya.

“ apa aja deh…terimakasih.” kataku kemudian.

“oke..” jawabnya dan berlalu meninggalkan ku sendiri diruang tamu yang mungil.

Ku ambil koran tadi pagi dibawah meja, membacanya membuat diriku merasa agak santai.
Langkah seseorang terdengar menuju ruang tamu, tapi ternyata bukan dia, temannya yang datang membawa 2 cangkir teh hangat dengan beberapa buah biscuit krem, menatanya dimeja dan mengijinkanku untuk menikmatinya, Kemudian masuk kembali .

Aku mengangguk, mengucapkan terima kasih lalu kembali membuka halaman koran.
Entahlah begitu asyiknya membolak-balik koran tanpa sadar cewek tomboy itu sudah berdiri didepanku, kemudian duduk disamping kursiku.
Aku tersenyum menutupi kekagetanku. Lalu meletakkan koran ditempat semula.

“ hay..apa kabar?” tanyaku begitu melihatnya duduk.

“baik..” jawabnya singkat.

Aduh..bagaimana ini kata-kataku hilang, sepertinya aku tak bisa mengutarakan maksud kedatanganku nih..kacau..! batinku mulai meragu. Lidahku beku.

“rupanya kamu sudah hafal ya jalan kesini..?” tanyanya menghilangkan semua kebisuan.

“iya…maaf . ya?”  kataku. UPS…!! Aku jadi malu rasanya.

“ gak apa-apa..aku senang kamu datang”  katanya.

Cara bicaranya yang enak membawa suasana mulai mencair, tak ada lagi kebekuan. aku mengikuti alunan kata-katanya, tertawa ,bercanda, semua cerita mengalir begitu saja seperti air. Sampai pada saat keberanian itu muncul dalam hatiku.

“aku senang bisa melihatmu malam ini, cerah seperti yang sering aku lihat, jujur aku merasa kehilangan saat sosokmu tak tampak hari itu, rasanya ada yang kurang, kamu mulai melengkapi disetiap hariku…” kataku pelan sambil memandang wajah indah mu.

Kamu diam tertunduk  membuat ku ragu untuk meneruskan kata-kataku.

“apa ya yang ada di fikiranmu , apa aku salah memulai ini semua?” jerit batinku menerka-nerka.

“ kamu..kamu baik, kamu memang membuat hariku sedikit berwarna, ketika pertama kali jalan bareng denganmu, tapi aku ragu..” katanya menggantungkan kalimat.

Aku semakin ragu memulai kembali kata-kataku, apa boleh buat, aku harus berani memintanya..apapun yang terjadi..aku gak mau ada penyesalan kemudian.

“ sejujurnya…..aku ingin terus bersamamu, menemanimu, berbagi rasa juga cerita..boleh aku membawamu ke ruang biru hatiku, karena aku suka sama kamu..?”  lanjutku lagi dan aku terkejut dengan kata-kata yang keluar begitu saja dari mulutku.

Uuhh… lagi-lagi kamu terdiam, membuatku merasa seperti..ach.. !!aku gak tahu harus bagaimana ?, pikiran dan perasaanku benar-benar menunggu jawabanmu, dan aku pasrah dengan semua yang keluar dari mulut manismu itu.

“boleh aku bicara jujur sama kamu..?” katanya kemudian membuatku sedikit agak merasa bersalah dengan perkataanku tadi.
"aku juga suka sama kamu, kita coba  jalani ini bersama ya..?”  jawabnya lembut.

Aaa… seperti tali kuat yang mengekang tubuhku terlepas begitu saja, hatiku terasa lega, aku membiarkannya masuk kedalam ruang biru hatiku, aku ingin dia tau, aku menyimpan sebentuk cinta untuknya disitu.
langkahku ringan seperti angin, kini aku tau ruang biru hatiku telah berpenghuni, aku ingin dia tetap berada disitu, memberikan semua cinta dan sayangku hingga dia merasa bahagia didalamnya.

                                                              ~   s e l e s a i  ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar