Total Tayangan Laman

Minggu, 18 Maret 2012

Tentang sebuah hati ~2

Aku tak ingin melukai hatimu, tapi ternyata aku melukai hatimu, dan tanpa kamu sadari kamu melukai hatiku, yang lebih membuatku terluka kamu membalasnya dengan diam dan entah kenapa teman-teman jadi tau perasaanku sama kamu.

Aku tak pernah menyangka kamu akan bersikap seperti itu, sebegitu terluka kah kamu? atau ini hanya untuk mengalihkan perasaanmu yang sebenarnya?. 
Dan akhirnya sikap kita pun jadi berubah, kamu yang tadinya indah dimataku berubah menjadi orang yang begitu menyebalkan. Dan aku  entah mengapa aku masih saja memendam dan menutupi kekesalanku hingga yang terlihat biasa saja seperti tak terluka. Semua sikapmu membuatku gerah, tapi aku tak bisa membohongi hatiku..kalau aku memang suka sama kamu. Sampai akhirnya kamu pergi dan menghilang, dan ucapan maafmu tak pernah tersampaikan. Berakhir seperti sekolah yang juga telah berakhir.

Bertahun lamanya tapi bayanganmu tak pernah hilang, kamu selalu hadir dalam fikiranku, terus bermain dalam anganku hingga aku tak bias melupakan dirimu. Aku bertanya pada diriku, aku bertanya pada dirimu yang entah ada dimana?. “apa iya kamu memang gak punya rasa sama sekali untukmu? Padahal aku tau dirimu, kita sama-sama tau dan kita menutupi rasa itu. 
Aku merasa bersalah, aku tak bisa menahan diriku untuk tak menyukai kamu.
Bertahun-tahun dengan bayanganmu, memberimu kabar seakan-akan kamu memang ada, meminta maaf atas semua sikapku kepadamu, memberikan ucapan selamat saat ulang tahunmu tiba. Tapi tak pernah ada jawaban, bertahun-tahun tak ada jawaban.
 Aku yakin suatu saat nanti kamu akan mendengarkanku.
 Bayanganmu sempat menghilang saat orang lain hadir dalam kehidupanku, tapi kamu harus tau.. aku tak bisa membohongi diriku, hatiku. Aku berjanji pada diriku sendiri sebelum aku menemukanmu aku tak ingin orang lain memiliki hatiku.
 Menjalani hari bersama bayang dirimu berusaha untuk tetap yakin bahwa sebenarnya hanya rasa malu untuk mengakui yang ada dalam hatimu saat itu, aku tak akan menyerah dan kini rasa suka itu berubah menjadi rasa sayang hingga timbul rasa ingin memiliki dirimu.

Sore cerah dibulan November.

Sabtu ini aku libur jadi aku bisa memanjakan diriku dengan baca buku dirumah sambil menikmati alunan indah lagu cinta.
Bell berbunyi, ku intip lewat jendela kamarku. Pak Pos.

“Selamat sore mbak..” pak pos menyapaku.  Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Pak pos memintaku menandatangani tanda terima, lalu menyerahkan sepucuk surat berwarna putih dan berlalu saat ku ucapkan terimakasih padanya. “hhmm..surat dari siapa ya?”. Gumam ku
Tak ku lihat lagi surat itu ku letakkan saja di meja sudut dekat telpon lalu beranjak mandi. Tanpa sengaja pak pos menyadarkanku karena terlalu asyik baca buku.
Rasanya segar badanku setelah mandi. Ku lirik surat putih tadi masih pada tempatnya belum ada yang ambil. Penasaran ku raih, aku ingin tau dari siapa sih surat itu. 

Aku terkejut ..surat itu untukku. ya untukku. Dan yang lebih mengejutkan lagi surat itu dari kamu, aku gak percaya, mana mungkin..? setelah sekian lama, tapi surat itu memang dari kamu. Jantungku berdebar, ku buka perlahan ku baca isinya. 
“aku mau ketemu kamu..” katamu dalam surat itu. Rasa dihatiku tak karuan ,
Apa aku sanggup bertemu denganmu?. Apa aku sedang bermimpi?.  Apa kamu sudah memaafkan diriku?. Kenapa baru sekarang?. Setumpuk pertanyaan berebut dalam benakku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar