Total Tayangan Laman

Sabtu, 24 Maret 2012

Ruang biru hatiku. ~4

Hari ini kamu gak masuk, padahal kamis kemaren kita masih sempat ketemu saat pulang kerja.
“ada apa sama kamu ya?" Pikiranku mulai mencari-cari jawaban. Ada sedikit rasa kecewa karena hari ini pastinya aku akan pulang sendiri tanpa ditemani cewek tomboy bertopi itu.

Perlu alasan khusus untuk memasuki ruang kerjamu, karena mungkin orang akan bertanya ada kepentingan apa kesana. Ach.. aku harus mencari informasi tentang ketidak beradaanmu hari ini, tapi bagaimana caranya.? Aku tak ingin orang lain curiga. Aku jadi bingung sendiri.
“kamu…kamu dimana sih? Ada apa dengan kamu?. Jerit hatiku.

Aku teringat temanku cowok yang dulu sempat berjalan beriringan denganmu,dia satu ruangan denganku. Mungkin sedikit berbasa-basi aku bisa tau keberadaan dan keadaanmu sekarang ini lewat dia. SEMOGA.

Ternyata kamu sakit dan entah kenapa badanku jadi lemas mendengarnya.
Ada Rasa khawatir menghantui pikiranku, ada rasa yang tak bisa aku lukiskan tentang perasaan ini. Dengan sedikit alasan akhirnya aku bisa juga mendapatkan alamatmu dijalan kecil itu. Malam ini aku ingin kerumahmu, memastikan dirimu baik-baik saja.

Rumah itu berwarna putih gading berpagar hitam, dengan pohon mangga berada dihalamannya. Aku sedikit ragu apakah dia mau menerimaku tanpa minta ijin terlebih dahulu?, 
tapi aku benar-benar menghawatirkan keadaannya.
Ku beranikan diri membuka pagar dan mengetuk pintu rumah berwarna coklat itu.
Seseorang terdengar melangkah mendekati pintu, membukanya dan membuatku sedikit terkejut. Dia salah satu teman wanita yang ada diruangan kerjaku, begitu tertutupnya cewek tomboy ini sampai teman satu rumahnya pun bisa menjaga rahasia keberadaannya.
Aku seperti orang bodoh Karena tak tahu harus bagaimana menyembunyikan perasaanku. Dia tersenyum dan menyuruhku masuk.

“duduklah. tunggu sebentar akan aku kasih tau kalau kamu datang”. Katanya sopan.

Aku mengangguk dan duduk disebelah pintu. Agak berdebar menunggunya keluar dari kamar. Apa ini yang aku rasakan? Aku seperti menunggu seseorang yang telah lama tak bertemu. Inikah debaran cinta itu? . lirih hatiku.

Wajahmu sedikit pucat walau rambut pendekmu terlihat hitam berkilau. Kamu tersenyum dan duduk dikursi sebelahku. Terlihat beda dengan cewek tomboy yang gagah disetiap harinya. Mengenakan piyama warna abu-abu dengan balutan selendang dileher.

“kamu kenapa?” tanyaku langsung setelah dia duduk disebelahku.

“aku ga apa-apa, aku cuma demam, mungkin karena kehujanan kemaren sore”. Jelasnya.

“maaf…. Maafkan aku karena sudah lancang berkunjung kerumahmu tanpa minta ijin lebih dulu”. Kataku merasa bersalah.

“aku senang kamu datang”. Jawabnya lembut.

Aku tersenyum senang karena rasa bersalah itu seakan terhapus begitu saja.
Tak takut untuk dipersalahkan karena kehadiranku yang tiba-tiba. Hatiku mulai berwarna.

“kamu sudah kedokter?”. Tanyaku.

“belum, rasanya gak perlu, aku sudah minum obat penurun panas, mudah-mudahan hari senin nanti aku sudah bisa masuk kerja lagi”. Jelasnya.

Beberapa jam bersamanya saat itu membuatku yakin dengan perasaanku,
sungguh kamu sudah membuat ruang biru dihatiku.
Aku pamit setelah ku sadari aku juga harus istirahat .
Malam ini rasa khawatirku terbalaskan, sikapmu tetap lembut menyambutku, bahagia saat tahu kehadiranku disana membuatmu merasa senang.
Dan malam ini bersama hembusan angin malam yang sejuk. 
Ku titipkan salam kangen dan do’aku untukmu, semoga kamu baik-baik saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar