Total Tayangan Laman

Minggu, 01 April 2012

Kerinduan. ~1

Macet…macet..macet..huh! padahal aku harus kerumah sakit, mungkin saja kamu sudah menungguku. ‘maaf ya…aku gak bisa tepat waktu kali ini”. Batinku.
Melewati mobil satu persatu akhirnya aku bisa sampai juga didepan bangunan besar berwarna putih. Kuparkirkan kendaraanku  dan buru-buru masuk kedalamnya. 
Wangi pembersih lantai yang menyengat ditambah bau obat rasanya memenuhi disetiap ruangannya. Dan aku harus membiasakan diriku.

Kamu masih terbaring disana,dikamar berwarna hijau tosca lembut, selang infus masih menempel dipergelanganmu, oksigen masih menutup sebagian wajahmu dan alat itu masih saja mendampingi dengan bunyi beep..beep..beep..kabel-kabelnya masih menempel rapih didadamu.
Kamu masih tertidur, kulangkahkan kakiku kesudut dekat jendela mengganti bunga dilemari kecil yang sudah layu, merapihkan selimutmu yang sedikit berantakan.
Dari lantai ini aku bisa melihat jauh pemandangan kota dengan tata letaknya yang rumit. Melepas semua himpitan rasa yang selalu saja hadir setiap kali aku datang kemari menjengukmu. Sejenak aku memandangi wajahmu yang tirus,
“aku takut kehilangan kamu”. lirihku dalam hati.
Dan tak terasa tetes bening telah jatuh membasahi  pipiku. Aku menangis..aku menangis..dan aku menangis dalam kerinduan. Ku hapus air mataku saat ku lihat ada pergerakan dari tubuhmu, kamu terbangun rupanya.

“hay…aku disini..maaf agak terlambat”. Kataku pelan dari sudut kamar dekat jendela. 
 Aku menghampiri, berdiri disebelah tempat tidur. Melihat kamu tersenyum, senyum indah yang dipaksakan. Aku tau betapa kamu mau memberikan senyum itu untukku.

“Bagaimana kamu hari ini”. Tanyaku lembut sambil memegang tanganmu.

Kamu hanya mengangguk pelan, mengisyaratkan kamu merasa baik hari ini. Aku tersenyum mengetahuinya.

“mau kuteruskan cerita yang kemarin?”. Tanyaku menawarkan buku yang tergeletak dimeja sudut kecil itu.

Kamu menggeleng, dan mengatakan sesuatu, tapi tak ku dengar jadi aku harus mendekatkan wajahku.

“aku hanya ingin memdengar ceritamu hari ini “ katanya pelan.

Entah harus memulai dari mana ceritaku hari ini, aku mulai mengingat apa saja yang aku lakukan hari ini, dimulai dari pagi, kekantor seperti biasanya lalu sebelum pulang aku kemari menjenguk kamu, tapi sepertinya membosankan untuk diceritakan. Baru saja aku mau mulai bicara, seorang suster masuk. Aku tersenyum kearahnya.

“permisi…mas, mbak.. periksa dulu ya”. Katanya mendekati tempat tidur. Menyelipkan thermometer keketiakmu dan memeriksa denyut nadimu. Dan beberapa menit kemudian berlalu.

“oh ya..teman-teman tadi titip salam, mereka mendoakan kamu biar cepat sembuh dan bisa kumpul lagi sama mereka”. Kataku.

“mm….terimakasih, salamku kembali ya..” katamu hampir tak terdengar.

Lalu aku mulai cerita apa saja kegiatanku hari ini sampai aku berada disini saat ini.
 Jam besuk sudah lewat, aku harus mengakhiri ceritaku, rasanya berat meninggalkanmu disini..,tapi  kakakmu datang, aku sedikit lega.

“aku pamit dulu ya…sudah waktunya pulang, besok aku kesini lagi, tunggu aku”. Kataku.
Lalu kudekatkan wajahku, membisikan sesuatu ditelingamu dan kamu pun tersenyum

“trimakasih..” jawabmu sambil mengangguk perlahan, berat melepas tanganku pergi.
Aku memandangmu meyakinkanmu bahwa aku pasti kesini lagi besok.

Sepi…malam sepertinya beranjak perlahan, membawa aku pada keindahan dirimu.
Setiap malam seperti ini menjelang tidur, kamu pasti menitipkan salam rindu mu lewat kata-kata manis di handpone ku, aku senang membacanya, membalas salam rindumu dengan kata-kata indah membawa kita pada mimpi yang sama yaitu ….kebersamaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar