Total Tayangan Laman

Rabu, 04 April 2012

Kerinduan. ~3

Minggu cerah mewarni bumi yang ku pijak hari ini sinar mentari begitu hangat  menyentuh tubuhku, senam pagi bersama orang-orang terdekat memang menyenangkan walau sebagian lagi dari orang- orang itu tak aku kenal. 
Wajahku basah oleh keringat yang mengucur saat sebotol air mineral masuk dalam kerongkonganku. Hhhh..rasanya menyegarkan. Aku duduk istirahat  bersama teman-teman sambil bercanda, sesekali terdengar suara tawa kami. Untuk sesaat aku melupakanmu, menyimpan kesedihanku, menutupinya dengan tawa dan canda.

Siang ini teman-teman datang menengokmu, kamu masih seperti kemarin lebih banyak diam, sesekali kamu menutup matamu. Satu-satu mereka menyapa dirimu, menanyakanmu,
memberikan doa dan semangat. Aku hanya memperhatikanmu dari sisi meja sudut dekat jendela bersama ibumu. Kakakmu berusaha tegar menjawab setiap pertanyaan dan mereka seakan ikut merasakan penderitaanmu saat itu.

Jam besuk telah habis  kembali satu- satu mereka menyalamimu kemudian keluar ruangan dengan diam menyimpan perasaan disetiap hati mereka, rasa sedih dan iba dengan apa yang kamu derita saat ini, banyak doa yang mereka ucapkan, banyak harapan yang mereka inginkan semua itu hanya untuk kamu.

Aku masih diruanganmu menemani dan menunggu kakak serta  ibumu yang sedang menyelesaikan semua urusan rumah sakit, sore ini kamu akan pulang. 

“ hay…kamu akan pulang hari ini..aku senang, semoga kamu juga senang..” kataku sambil mengusap-usap lembut punggung tanganmu.

Kamu hanya mengangguk pelan memandangku lama seakan mengisyaratkan sesuatu.
Aku tersenyum membuang semua perasaan gundah yang menyelimutiku, tak lama Kakakmu memanggilku pelan jarimu bergerak berusaha memegang tanganku seakan tak ingin aku beranjak dari sisimu.

'"sebentar ya.." kataku pelan melepaskan tanganmu lalu menghampiri kakakmu sesaat aku mengangguk kemudian berlalu meninggalkan ruanganmu menuju ruang apotik menunggu obat-obatanmu, Beberapa menit kemudian kembali keruanganmu.

Semua telah selesai kamu sudah berada dimobil, ku pandangi dirimu yang masih terbaring lemah, mobil yang membawamu pulang perlahan bergerak meninggalkan bangunan putih melewati gerbang dan menghilang ditelan keramaian jalan.
Aku melangkah ketempat parkir menghidupkan kendaraanku dan berlalu.
Melintasi keramaian jalan bersama lampu-lampu kendaraan yang ikut menerangi malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar