Total Tayangan Laman

Minggu, 17 Maret 2013

¤°.¸¸.•´¯`•`❤` Bersamamu.


   Jika saja saat itu aku tak bertemu denganmu, mungkin tak akan seperti ini rasa yang ada dalam hatiku, kamu berhasil mencampur adukkan rasa, bermain dalam halaman jiwa yang sepi, membawa keindahan yang tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya.

  Hari ini disudut sebuah kafe aku termenung sendiri, memikirkan perasaan yang sedang bermain dibenakku. Perasaan yang aku sendiri bingung untuk mengurainya satu per satu.

   Jika boleh aku berharap, aku ingin kamu ada disisiku saat ini, disini menemani perasaan biru yang menyelimutiku. Seperti kamu menemani saat aku sedang menulis cerita waktu itu, kamu memelukku dari belakang, hembusan nafasmu menyentuh tengkukku, aahh…. Aku merinding jika mengingat hal itu, kamu membuat pikiranku nyaman, hingga kata-kata yang ada dalam pikiranku tercurah seperti air yang mengalir, mengeluarkan ide dan kata-kata indah, menjadikannya sebuah cerita cinta yang indah. Sesekali kamu membisikan kata di telingaku, dan kembali memelukku erat.

   Aku membiarkanmu dalam perasaan indah itu, seindah perasaan yang bermain dalam hatiku. Aku tak akan lupa saat indah bersamamu. Wajahmu memberikan kesejukan, senyummu adalah senyum termanis yang pernah aku temukan. Sentuhamu lembutmu, tatapan yang memberikan kehangatan hingga aku bisa membaca hatimu, penuh cinta, penuh sayang, penuh dengan harapan dan mimpi indah.

   Rasanya aku tak ingin terjaga dari tidurku, aku ingin terus berada didekatmu, dalam pelukan hangatmu, dalam sentuhan lembutmu, tapi aku terjaga dari tidurku, aku benar-benar terjaga sepenuhnya, hingga yang ada adalah ingatan tentang kebersamaan itu.

Aku merindukanmu yang berada dibelahan dunia sana dan sekarang aku berjalan sendiri tanpa bisa menjelaskan apa yang terjadi dalam hati dan jiwaku saat ini. 

`Aku terdiam dalam keheningan panjang tentang mu dan
`Aku terdiam dalam keheningan tentang cinta yang mengisi ruang hatiku.


   Masih di kafe kecil ditengah kota, duduk sendiri disudut ruang yang sepi, ditemani segelas jus sirsak kesukaanku, sendiri mengingatmu, berusaha berdamai dengan hatiku, berusaha memahami jarak yang tak mungkin ku tempuh untuk bersamamu, akhirnya tetes bening itu pun jatuh perlahan tanpa bisa ku tahan, tetes bening yang menggambarkan suasana hati yng sepi, menggambarkan cinta yang sendiri, menggambarkan keheningan dalam kesendirianku saat ini.
   Telepon genggamku bergetar ada nama yang sudah akrab terlihat disana dan aku tersenyum. Suaramu ku dengar berusaha untuk menjelaskan mengapa kamu tak menghubungiku, atau memberi kabar tentang mu akhir –akhir ini, mencoba membuatku mengerti dan meyakinkanku bahwa kamu baik-baik saja disana dan mengakirinya dengan kata indah seperti biasanya.

   Aku tak bisa berkata, kamu tak memberiku kesempatan untuk bicara, kamu tak memberiku kesempatan untuk mengutarakan perasaanku, aku hanya bisa terdiam mendengar suaramu hingga suaramu menghilang dari dari pendengaranku.

‘ Tak perlu kau jelaskan rasamu, karena aku tahu apa yang ada dalam hati dan fikiranmu……… aku mencintaimu.”

Jelas kata-kata itu terngiang di telingaku, membuatku tak bisa mengeluarkan kata-kata ku lagi. 

   Kembali pada sudut sepi di kafe kecil. Ku ambil penaku, menuliskan beberapa kata yang ada dalam hati dan fikiranku.
Hari ini adalah hari dimana aku menemukan diriku pada titik terjenuh dalam hidup. Tak tahu mau apa, tak tahu harus kemana. Pikiranku melayang, aku teringat mimpiku tadi malam.
 
Dalam mimpiku kamu tersenyum manis, dan aku membiarkanmu bermain dalam taman hatiku, membiarkan diri kita dalam perasaan bahagia. Berjalan di sebuah taman yang indah, menikmati kepakan sayap kupu-kupu yang terbang mengitari kita seakan menggoda agar kita menangkapnya. Tapi tiba-tiba kamu terjatuh, aku berusaha menangkapmu dalam dekapanku, menatap wajahmu yang pucat, ada darah yang mengalir perlahan lewat hidungmu. Aku tak tahu apa yang terjadi, kamu memelukku erat seakan takut ku lepaskan dan membiarkan darah yang mengalir menodai baju yang ku pakai.
Ku rebahkan tubuhmu dalam pangkuanku. Menatapmu lekat. Yang berusaha mengucapkan sesuatu.

“Aku mencintaimu hingga saat ini”

Aku terdiam, ku hapus darah yang mengalir dari hidungmu, berusaha tersenyum manis dan menyentuh bibirmu agar diam dan tenang.

“Aku juga mencintaimu hingga saat ini” jawabku lembut.

   Ambulan datang, membawamu yang masih menggenggam erat tanganku yang terus menemanimu hingga sampai disebuah bangunan bercat putih. Aku melihatmu lemah tak berdaya dan entah kekuatan apa yang membuatku tidak menangis saat itu. Menenangkanmu, meyakinkanmu bahwa aku akan terus disini bersamamu kemudian melepaskan genggamamu perlahan saat tim rumah sakit membawamu ke ruang lain. Mataku terus menatapmu hingga pintu tertutup. Entah apa yang dilakukan para dokter saat itu diruang putih berlampu besar dengan mesin dan alat-alat yang terlihat menyeramkan bagiku.

  Aku duduk termenung menunggu, hingga akhirnya ku temukan diriku tertidur di kursi ruang putih itu,terjaga ketika sebuah tangan menyentuh tubuhku.


   Aku membuka mataku mencari kesadaran dimana aku berada saat ini. seseorang menghampiriku dan mengatakan bahwa kamu telah dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar.  Aku hanya bisa terpaku tak berdaya, tak bisa menghubungi siapapun, tak bisa membayangkan apa yang terjadi padamu saat ini. aku diam terpaku pada ruang yang tiba-tiba saja terasa sempit. Aku merasa diriku tertarik pada sesuatu yang tidak ku pahami, gelombang magnet yang menarikku hingga aku tersentak dan kaget. aku berada pada ruangan bercat biru lembut dengan tirai bunga-bunga kecil yang menghiasi jendela. Sesaat aku tertegun dan sadar jika saat ini aku berada dalam kamar tidurku sendiri, aku teringat apa yang baru saja terjadi. Kali ini aku benar-benar sadar……aku terlalu memikirkan perasaan yang ada dalam hatiku, aku terlalu mengkhawatirkan keadaanmu yang jauh dariku, dan aku benar-benar sadar bahwa aku telah bermimpi tentangmu.
 Disudut kafe ini ku akhiri lamunanku, berharap ada waktu yang akan mempertemukan ku, mempertemukan cinta yang tercipta indah, mempertemukan aku dengan mu hingga aku bisa mengulang apa yang pernah aku alami dalam mimpi bukan kejadian sedih tapi tentang rasa bahagia yang tercipta saat………… bersamamu.
¤°.¸¸.•´¯`» ¤°.¸¸.•´¯`» ¤°.¸¸.•´¯`» ¤°.¸¸.•´¯`»¤°.¸¸.•´¯`•`` 
(¯`´¯).•´¯`»` Blue*heart`17o32013`¤°.¸¸.•`` 
¤°.¸¸.•´¯`»` With Love My Cerita`❤¤°.¸¸.•´¯`¤°.¸¸.``

Tidak ada komentar:

Posting Komentar