Total Tayangan Laman

Rabu, 06 Juni 2012

sense of love and heart ~ 2


Istirahat siang berlalu, ku pacu mobilku kembali kekantor. 
Ada banyak pekerjaan yang harus kuselesai kan hari itu. 

Tiba dibelakang meja kerjaku saat ku dapati sebuah kotak kecil berpita biru tergeletak diatas kertas kerjaku. Hatiku tersentuh membaca surat itu, begitu lembutnya dirimu, begitu sabarnya dirimu hingga tak terucap kata yang mengesankan kamu marah atas sikapku. Aku merasa egois karenanya.

Kamu memberiku ruang agar aku berfikir tentang rasa cintaku, kamu memberiku waktu untuk memahami bagaimana dirimu. Hmm jadi aku ini apa selama ini ya..? ku baca sekali lagi tulisan indahmu, heran juga kenapa kamu tak ngomong langsung atau ngomong lewat telpon tentang ini? paling tidak tulisan di e-mail seperti yang sering kita lakukan.

Dirimu berada dikursi dekat  danau sore itu. Aku ingin menemuimu, tapi aku malu, aku belum siap dengan dirimu yang lembut seperti itu, melihatmu terdiam membuatku sedikit  tak berani mendekatimu. Aku hanya bisa memandang sosokmu yang indah itu dari kejauhan. 

“Ah seandainya saja......butuh keberanian berhadapan dengan jiwa lembutmu”.

Ku langkahkan kakiku menuju kursi tempat mu duduk tadi, harum mu masih tertinggal disana. Seakan kamu sengaja meninggalkannya untukku.

“Maafkan aku.. aku tak menyadari semua kelembutan yang kamu beri selama ini” desahku disela lirih hatiku.

Ku nikmati sisa harum mu. Semoga saja aku punya keberanian untuk menemuimu nanti.  Hatiku benar –benar sunyi.

                                                       ~ o ~ 

Sore berikutnya kamu datang lagi ketempat pertama kita bertemu, duduk diam memandang jauh ke danau, sesekali tanganmu mengetik sesuatu dalam notebook mu, angin yang bertiup menyibakkan rambut mu yang hitam tergerai indah, kulit  putih tak sengaja terlihat. Lembutnya rambutmu bisa ku bayangkan , harumnya bisa ku rasakan. Aku ingin berada disisimu saat itu tapi aku tak sanggup, aku telah membohongi diriku sendiri dengan perasaan ini.

Ku lajukan kendaraanku melewati ramainya jalan malam minggu, berharap ada sesuatu yang menarik untuk ku dapatkan, tapi tak bisa, ingatanku kembali pada sosok lembutmu yang begitu indah. Begitu menyentuh semua dinding rasa yang ada pada ku. Aku tak ingin mengecewakanmu tak ingin membuatmu menangis karenanya. semua ini menyadarkanku akan kehadiranmu.

Telponku bergetar, ku nyalakan earphone yang ada di telingaku.

“halo… “

“halo..” suara itu tak terdengar jelas.

“halo.. apa ini kamu?   Tanyaku tak menduga.

“ya.. ini aku..” Suara lembut itu menggetarkan hatiku.

“hay.. apa kabarmu?  tanyaku.

“aku baik.?” Suara itu terdengar  singkat.

“ Ada apa? Tunggu sebentar ya..?” 
ku matikan handphone ku dan memarkirkan mobil disisi jalan yang aman.
Beberapa menit kemudian hanpone ku kembali bergetar.

“halo..”

“ya aku disini… Ada apa ?  Tanyaku lembut

“ gak apa-apa, aku hanya ingin mendengar suara kamu aja.. boleh..?”

“Ooo…. Boleh” jawabku senang.

“sebenarnya aku mau tidur, tapi gak bisa, kamu ada terus dipikiranku.”

Aku terdiam, tak bisa kujawab dengan kata-kata itu. Ada sentuhan lembut yang tiba-tiba saja menyentuh hati.

“ aku telpon kamu besok ya? Sekarang aku masih dijalan..” kataku pelan.

“oke.. maaf mengganggu mu” suara lembut itu terdengar pelan.

“gak apa-apa kok, makasih ya udah telpon.. ini berarti banget buatku”

“hhh.. aku kangen kamu..” ada desahan nafas yang ku dengar disana.

“ya aku tahu, aku juga kangen sama kamu.. ku telpon besok ya.. aku janji, selamat malam..mimpi indah untukmu sayang…”

“trimakasih.. met malam..”

klik… telpon terputus, ada getaran indah yang ku rasa. Suaramu begitu lembut, aku tersenyum sendiri. Ku lanjutkan perjalananku malam itu menuju satu tempat.”RUMAH”.  Tak ada alasanku lagi untuk menghabiskan waktu diluar.
Hati ku terpenuhi cinta. Aku ingin merasakannya sendiri di tempat sunyi..yaitu kamarku. Mendengar suaramu membuat hati ini bahagia, walau cuma sebentar saja tapi suara lembutmu menghantarkan tidurku dengan mimpi indah bersamamu.
                                                         ~ o 0 o ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar