Total Tayangan Halaman

Rabu, 27 Juni 2012

Story ` 2 hati.... Part Dua.


Sebuah e-mail masuk pagi ini. ketika aku sedang melihat e-mail dari rekan-rekan kerjaku. “ dari kamu..” lirih ku.

" kamu bilang kamu minta maaf atas semua yang telah terjadi, kamu juga bilang bahwa hati kamu sekarang memang telah merasakan cinta yang aku berikan,
tapi kamu juga bilang tidak ingin mengganggu ku lagi jika aku tak bisa mengerti dirimu dan kamu juga bilang bahwa selama ini hati dan cinta yang kamu berikan adalah benar adanya. Hingga kamu menangis menahan rindu yang tak bisa kamu lepaskan, kamu menahan semua rindu itu untuk aku dan sekarang kamu ingin mencoba melupakan aku, agar aku tak terganggu dengan keberadaaanmu yang jauh dari jangkauan ku.”

Aku terpana membaca kata-kata ini, aku tak ingin perpisahan ini, tapi aku juga tak mampu mempersembahkan cinta ini utuh untukmu,
aku ingin kamu tahu bahwa aku memang benar mencintai dirimu,
inginkan diri mu ada disetiap hariku, menemani. Apa aku  egois?

Mungkin kamu tak menginginkan balasan. Tapi aku ingin menuliskan rasa yang ada dalam hatiku saat ini dan kata - kata ini untuk mu:

 For you.........
I do not know about you...
And I also do not know...
whether all sense that you give to me, it's real or not ..
My current feeling is ...I really lose you, 

who ever creates a sense in my heart.
if  I can ......

I want to see the real you, hug you tight, 
shed all the desire in my heart ,
but that's all I cannot do..... All is a dreams .
and sometimes.. I do not want to awake from that dream ..

I want to be kept always with you.
I do not understand why I get this?
imagining you..... make me feels sad and hurt.......but,
you are free to choose what happiness for you.
I feel lonely here ... if remember all the feelings
I cannot forget you .. because I really love you,
Thanks for all these sense of love. I just want you to know ...
there is a heart here....who feel the love from you.

Ku baca kembali apa yang ku tuliskan untukmu. Berulang-ulang.
Jariku ingin menekan tanda “kirim”..tapi ada rasa sedih yang kurasakan kini.
Aku ingin menangis, aku ingin kamu tahu bahwa aku merasa sedih membaca pesan mu ini. aku merasa bersalah memberi dan mempunyai rasa yang indah untukmu.

Sepertinya hanya tinggal tekan tombol kirim saja semua sudah selesai, tapi rasanya berat ku lakukan. Ini semua akan mengakhiri  keindahan yang telah tercipta bersamamu dan aku tak ingin ini berakhir.
Aku masih menginginkan mu ada. Terselubung rasa rindu yang kian menggelora di hati.. menempatkan mu dalam angan sunyi meraih mimpi, mimpi bersama mu.

Mungkin kah semua rasa ini akan tercipta kembali jika aku benar-benar memilikimu, aku tak tahu apa yang akan terjadi jika semua itu menjadi nyata di kemudian hari. Keinginan untuk bersatu jelas ada tapi semua rasa, semua cinta semua keindahan ini  nyatanya hanya mimpi yang kita ciptakan sendiri. menjadikan kita terbelengguh dengan cinta yang tak akan bisa kita wujudkan bersama. Ingin mengakhiri semua tapi aku tak sanggup, ingin ku lupakan semua cerita ini tapi aku tak mampu. Bagaimana aku harus merelakan cinta yang telah begitu terasa mendiami hati dan fikiranku jika dalam sekejap saja semua itu harus ku lepaskan tanpa bermaksud menyakiti siapa pun… oh aku benar-benar tak inginkan semua itu terjadi dalam hidup ku, aku bingung aku ingin semua berlalu tanpa rasa… tapi aku tak bisa.

Jariku tidak bisa menekan tombol kirim, kata hati itu ku simpan hingga saatnya aku bisa berani untuk mengirimnya kepadamu. Aku terdiam memikirkan bayanganmu, ingin rasanya mendengar suara lembutmu walau sedikit saja. Lagi-lagi aku tak berani untuk menekan nomor yang ada nama mu.

“ Tuhan… Mengapa semua ini terjadi dengan rasa indah yang ini?”

Aku tunda semua jadwal kerjaku, hati ku terasa begitu sepi dan aku tak ingin semua ini berpengaruh dengan konsentrasi kerjaku, aku hanya ingin menyendiri sejenak untuk lebih memahami rasa sedih yang sedang menyelimuti diriku saat ini.
~ 0 ~

Duduk memandangi rumput hijau didepanku. Entah apa yang ku fikirkan hingga aku berada disini. Sepasang remaja melintas didepanku, ada rasa bahagia bisa ku lihat disitu. Mereka tertawa dan bercanda. Mengingatkan ku pada suara  tangis dan tawa mu saat di telepon itu.

Aku harus mencoba untuk melupakannya, untukku juga untuk bidadariku yang indah itu. Tak mungkin menghapusmu , karena apa yang telah menjadi bagian dari cerita hidupku tak kan hilang begitu saja. Sedikit menyesali pertemuan itu, hingga rasa yang tercipta setelahnya. Aku merasa bersalah, bersalah kepadamu juga bersalah kepada dirinya. Saat ku bicarakan ini dengan teman dekatku, dia memintaku dengan sangat agar aku meninggalkan dirimu.

“ Aku tahu aku salah..” kataku saat itu.

“ jika kamu sudah tahu kalau itu salah kenapa kamu mencintai orang lain?’

 "aku tak tahu, rasa itu datang begitu saja dan aku terhanyut dengan rasa ini, apa yang harus aku lakukan? aku ingin memperbaiki semuanya tanpa menyakiti siapapun, apa aku harus berterus terang kepada bidadariku? Ku rasa itu tak mungkin!”

“ Baiklah.. jika kamu ingin merusak hubungan mu dengan bidadari yang bersamamu kini silahkan kamu ceritakan semuanya, sudah pasti dia akan merasa tersakiti. Jika kamu menginginkan semua baik-baik saja  maka lupakan dia, apapun resikonya. Karena bidadari yang bersamamu kini adalah orang yang mungkin saja mencintaimu dengan tulus jika dia tahu mungkin saja dia tak akan mempercayaimu lagi, walaupun kamu berkata benar”.

Aku menarik nafas panjang..hhhhhh....... “ ya… Trimakasih  sobat”

“ hey.. sudah jadi kewajibanku untuk mengingatkan kamu..sahabatku.”

“ya.. thanks again.”
 Aku terdiam sambil melanjutkan makan siangku, fikiranku melayang jauh kepadamu.

Seorang wanita melintas, menyadarkanku dari lamunan.  Ku dapati hari telah beranjak petang, aku ingin pulang dan mengakhiri semua seperti permintaan sahabatku. Aku juga ingin memperbaiki semua rasa yang sempat terbagi ini hanya untuk Bidadari cantikku di rumah.

Malam ini sunyi ..... Seorang bidadari cantik terlelap disisiku. Ku nyalahkan laptop dan langsung mencari e-mail yang akan ku kirimkan kepadamu. Membacanya kembali dan menambahkan kata-kata di pesan itu.
..... But I am so sorry …. Dear.
We have to end it all, I may have hurt you and I'm sorry for it ... once again I truly apologize to you, not that I do not love you. but ..such as you too.
 i had to choose between two options, and I'm so sorry ..
I have to chose her ....My angel.
I know it hurts , not only for you but also hurtful for me.
I could not forget you, but I could not be with you.
We both have someone among us who love.
So…. please forgive me....
and thanks for all the flavors that you have given me.
Thanks for everything.

Rasa cinta dan sedih menjadi satu malam itu, jadi ku kuatkan hati memberanikan diri menerima semua yang telah terjadi, belajar dari kesalahan yang telah aku lakukan… ku tekan tanda kirim..sambil lirih aku berkata.

“ forgive me..my love.”

Ada sedikit rasa nyeri didadaku menyadari semuanya telah berakhir. Ku dekati bidadari  cantik yang tebaring diperaduanku meletakkan tubuhku disampingnya, memeluk erat dan membisikan sesuatu ditelinganya. Bersamaan mulutku berkata….“ aku sayang padamu "
Dia membalikkan tubuhnya kehadapanku..kemudian menenggelamkan dirinya didada ku.......Dan hatiku berkata ..“ maafkan aku Cinta”.

~ The end ~

                                   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar