Total Tayangan Halaman

Minggu, 09 September 2012

~ Selamanya Cinta..................?? part 1

Dear diary.... 
Ada satu tempat diatas pelangi. Aku temukan bahagia disana. Dimana semua masalah mencair  seperti es dalam air. Hanya kesejukan yang terasa. 

 Aku ingin terbang seperti kupu-kupu kemana pun aku mau, memberikan kelembutan, membawa keindahan kepada setiap orang yang menatapnya.
Sebuah harapan yang ku tulis dalam buku harianku malam tadi.
----------------------------------------------------------------
“Setengah tujuh…” lirihku. 

Hujan yang datang dini hari tadi menbuat tanah basah dan udara sedikit agak dingin. Secangkir teh hijau hangat menemaniku, membantu  tubuhku melawan dinginnya pagi ini. Hatiku tak menangis lagi, segengam harapan yang ku ciptakan seakan membuatku harus tegar menghadapi kenyataan ini. kamu telah pergi meninggalkan luka. Jadi ku kumpulkan serpihan hati membentuknya kembali dan belajar untuk lebih mengerti apa yang sedang terjadi.

Seperti berjalan diatas duri jika terus bertahan dalam perasaan luka, aku harus buktikan padamu juga pada diriku sendiri, kalau aku mampu berdiri sendiri.
Secangkir teh hijau sudah habis. Aku melangkah meraih kunci mobil di meja sudut dekat telepon. Langkah kecil menghampiriku lalu memeluk kakiku erat.

“ mom..i love you..” 

Aku tersenyum lalu mengangkatnya ke pelukanku.“ I love you too….dear.”

Ku cium pipi lembutnya kemudian meletakkan dirinya di kursi kecil tinggi dekat meja makan. Semangkuk sereal ku siapkan dengan segelas susu cair. 
Kemudian tersenyum menyuruhnya sarapan.
Wajah mungilnya mengingatkan ku pada wajahmu, sedikit rasa sakit menyusup perlahan dalam hatiku. Ku tepis bayanganmu, aku ingin melupakan kamu.

Seperti kaca yang pecah mungkin itulah gambaran hatiku. Teriris sakit dan teramat sakit  kurasakan sendiri, tadinya ingin ku pertahankan dirimu, tapi rasa sakit begitu menguasai diriku dan kenyataanya kamu memang tak bisa dipertahankan lagi.
 Seorang wanita menguasai hatimu, dan itu membuat diriku jadi tak punya arti lagi dalam dirimu, sungguh semuanya kini tak ada gunanya lagi. Mempertahankan dirimu hanya membuat diri dan jiwaku tak bisa menggapai apa yang ku inginkan. Sejenak aku mengurung diriku dalam kesedihan. Menangis, menangis dan menangis. Begitu sakitnya aku hingga aku tak sadar ada malaikat kecil yang hadir didekatku. Untuk sesaat aku membencinya, membenci keberadaannya karena wajahnya selalu mengingatkan aku pada dirimu.

Tapi tersadar dari semua kenyataan ini bahwa malaikat kecilku ini belum mengerti apa yang tengah terjadi. Serasa duniaku runtuh begitu saja saat aku tahu ada orang lain dihatimu, ada orang lain ynag juga bersandar padamu, bukan teman tapi kekasih. Sakit, perih, terhianati.

Seorang wanita paruh baya datang menghampiri dari arah belakang, tersenyum kearahku dan mengajak malaikat kecilku untuk beranjak dari tempat duduknya.
Malaikat kecilku meronta, menolak pelukannya, aku tersenyum dan mengangguk.

“ biar saya saja mbok..” kataku lalu meraih tubuh mungil itu kedalam pelukanku.

“hore..hore.. take me mom..take me to the shower” . Malaikat kecilku memeluk erat tubuhku.

Wanita paruh baya itu berlalu menuju kamar mandi mengalirkan air panas dan dingin bersamaan kedalam bak mandi. Menyiapkan handuk lembut berwarna biru muda.
Ku basuh tubuh mungilnya, busa sabun yang lembut membuat kulitnya terasa semakin lembut, aku hanya tersenyum menikmati aktivitas ini walau ku tahu jam semakin berjalan dan aku harus segera berangkat kekantor. 

Seakan tahu apa yag ada difikiranku, malaikat kecilku tak mau berlama-lama dalam bak mandi, membiarkan ku menyelesaikan aktifitas ini. ku angkat tubuh kecilnya dalam balutan handuk lembut. Mencium pipinya sambil menyuruhnya untuk berpakaian. Dengan gembira dia berlari kekamarnya. Mengambil baju dengan motif dan warna kesukaannya..kemudian kembali memintaku untuk memakaikan bajunya.

“..hmm..smell’s good…” kataku menyentuh rambut hitamnya.

Dia tertawa kegirangan. Kemudian meraih tanganku, mengantarkanku hingga masuk kedalam mobil.

“ I love you..mom, so much “ katanya sambil mencium pipiku.

“ I love you too..dear” kataku lalu menyalahkan mesin mobil dan melaju keluar rumah. Masih ku lihat lambaian tangan mungilnya kemuadian berlari memasuki rumah.
~ ooo~

Saat itu di suatu hari aku mengajak malaikat kecilku untuk menikmati  sore yang indah di sebuah taman bermain. Ku bentangkan sebuah tikar kecil untuk duduk di bawah pohon. Mengeluarkan beberapa makanan dan minuman ringan.
Malaikat kecilku sudah berlari mengejar seekor kupu-kupu mungil yang melintas dekat didepannya. Aku hanya mengangguk memberinya ijin tatkala dia memandangku. Sekejap saja dia berusaha menangkap kupu-kupu itu. Aku tersenyum memperhatikan setiap gerak geriknya yang lucu.

Taman ini luas dan indah, rumput seperti permadani yang terhampar luas. Ada beberapa pohon bunga yang tersusun amat rapi, sehingga orang yang datang kesini benar-benar nyaman menikmatinya.
Entah apa yang mendorongku untuk melihat jauh keseberang sana pada sebuah kursi taman. Sepasang kekasih sedang asyik bercanda, hingga aku bisa sedikit mendengar tawa wanita itu. Aku jadi tersenyum sendiri, ingat pada kekasih hatiku yang entah sekarang sedang mengerjakan apa dikantornya. Dia juga pernah mengajakku untuk menikmati sebuah taman indah seperti ini.

Ku perhatikan malaikat kecilku masih asyik mengikuti kupu-kupu yang sekarang terbang rendah diantara bunga-bunga. Kemudian dia diam dan hanya memperhatikan kupu-kupu yang hinggap disalah satu bunga berwarna merah. Malaikat kecilku melambaikan tangan ke arahku, aku mengangguk dan tersenyum, tapi dia kembali melambaikan tangannya kali ini mengisyaratkan agar aku beranjak dari tempatku untuk menghampirinya.

Aku berdiri dan berjalan pelan menghampiri malaikat kecilku. Dengan jari telunjuk dibibirnya dia mengisyaratkan aku agar perlahan mendekat. 
Dekat sekali dengan tubuh mungilnya.

“Sst..mom, I found a beauty flower for you… look.. there mom..” katanya 
 berbisik sambil menunjuk pelan seakan takut kupu-kupu yang hinggap diatasnya akan terbang.

“ where is it honey…” kataku pelan mengikuti suaranya.

“there is…mom.” Katanya lagi menunjuk pelan kearah bunga mawar berwarna putih diantara bunga mawar berwarna merah dan kuning.

Entahlah, mungkin saja si penjaga taman tidak mengetahui ada satu pohon mawar putih terselip diantara mawar merah dan kuning.. sungguh kontras sekali.

“ can I picked the flower…?” tanya malaikat kecil ku.

“No honey.. you will be stuck a thorn that was there.” Kataku mengingatkan.

“But..mom, I wanna  pick the white rose for you?” rengek malaikat kecil ku.

“ yes, honey I know…but you can’t pick the flower, let it beauty as the one among them.” Kata ku menjelaskan.

Malaikat kecilku hanya menatap lekat. Kemudian matanya kembali kearah kupu-kupu yang terbang menjauh dari kumpulan bunga-bunga mawar itu.
Diraihnya tanganku, kemudian beranjak pergi.

“I wanna drink mom… so thirsty.” Katanya lagi.

Aku tersenyum dan mengikuti kemana arah kakinya melangkah, tapi kemudian dilepasnya tanganku, mungkin dia teringat lagi dengan bunga mawar putih yang tak bisa dia berikan kepadaku, ada sedikit rona kecewa tergambar diwajahnya. Malaikatku berlari meninggalkan ku ketika dilihatnya seekor capung terbang rendah tepat didepan wajahnya.
Aku kembali ketempat dimana aku meninggalkan perbekalanku, ada beberapa potong roti isi, jus,air mineral, 2 buah apel dan permen lembut kesukaan malaikat kecilku.
 Aku masih berdiri saat ku dengar kembali tawa sepasang kekasih yang duduk  di kursi taman yang agak membelakangi tempatku berdiri saat ini. kembali aku melihat mereka, tapi kali ini aku sedikit terkejut , perlahan ku langkahkan kakiku untuk mendekat.  Aku mengenali suara lelaki  yang tertawa di kursi itu. Sekali lagi ku dengar tawa mereka dan aku semakin penasaran.
Ada semak tanaman bunga yang menutupi jarak antara aku dan mereka, hingga aku leluasa melihat siapa lelaki yang suaranya ku kenali itu.

------------------------- o 0 o --------------------------------

Aku tak percaya dengan apa yang ku lihat dan  rasanya itu tak mungkin, begitu fikiranku menyanggah. Dari balik semak kuperhatikan wajah di balik topi berwarna coklat muda.

“ ya..Tuhan…!!” jeritku tertahan. 

Aku menutup mataku kemudian menutup mulutku agar tak terdengar suara keterkejutanku. Lelaki itu…., Lelaki itu adalah suamiku, ayah dari malaikat kecilku, dan wanita itu…, wanita itu adalah teman kantor ku, orang yang selalu mengisi hariku dengan kata persahabatan. 
Rasanya tubuhku begitu berat untuk beranjak meninggalkan semak berbunga tempat persembunyianku, wajah-wajah dengan tawa itu membuat hatiku seperti teriris-iris perih, Aku merasa dikhianati oleh orang-orang yang aku sayang.

Ku tarik nafas panjang untuk menguasai keadaan ini dan berusaha berlalu tak menghiraukan sepasang manusia yang telah melukai hatiku. Aku tak ingin malaikat kecilku tahu, bahwa orang yang selama ini di panggilnya “HERO”..adalah orang yang telah dengan sengaja menyakiti dan menghianati cinta ibunya.

“Tuhan……. Rasanya aku ingin menangis saat ini juga”.  Jerit batinku.

Aku sedikit berlari menuju tempat ku semula, duduk dengan fikiran masih melayang entah kemana dan sepertinya aku tak lagi semangat untuk meneruskan  keceriaan sore ini.
 
“ Mom… are you oke?”  tak sadar malaikat kecilku telah berada didepanku.
 Aku tak bisa menjawabnya, aku hanya bisa tersenyum kearahnya dan aku tak ingin malaikat kecilku tahu apa yang sedang terjadi dalam hati dan fikiranku.

Ku tuangkan jus kedalam gelas kecil dan meletakkan tepat didepan malaikat kecilku yang sedang asik memilih-milih permen lembut kesukaannya. meneguk sekaligus jus yang ku tuangkan tadi, memakan sepotong roti isi lalu kembali berlari menyusuri taman yang banyak di tumbuhi bunga-bunga indah.
Aku hanya tersenyum kearahnya sambil sesekali melambaikan tangan tanda aku memang melihat dia ada disana.  Tak ingin ku ingat apa yang ku dengar dan ku lihat tadi, rasanya aku ingin segera beranjak dari tempat ini secepatnya.

Tak berapa lama malaikat kecilku menghampiri, kemudian mengajakku untuk meninggalkan tempat itu. Dia membantuku membereskan semuanya memasukan dalam keranjang piknik lalu menggulung tikar hingga rapi, memberikannya padaku dan sambil memegang tanganku dia menggajakku melangkah pergi. HHh… ada kelegaan hati yang ku rasakan saat itu dan tanpa sadar ku tarik nafas dan membuangnya berat, malaikat kecilku menoleh ke arahku tapi lalu kembali menjajari langkahku menuju parkiran.  Membuka pintu mobil untuk ku dan masuk melalui pintu itu juga. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya.
Aku tak menyadari malaikat kecilku terus memandangi wajahku, mataku terfokus pada jalan tapi fikiranku entah kemana. Baru ku sadari saat suara mungilnya menyapaku.

“ Mom… are you oke?” tanya nya.

“ Yes dear… why you asking like that …?” tanyaku kembali

“ Nothing, I just see you face, like you have a sad feeling.” katanya.

Oooh… aku tak menyangka malaikat kecil itu membaca raut wajahku.
Rasanya jalan yang ku lewati begitu panjang, aku tak sabar ingin cepat sampai dirumah, ku hidupkan radio untuk mengusir kegundahanku, tapi rasanya waktu memang sedang mempermainkan diri ku, jalan yang ku lalui macet. Rasanya isi kepalaku, isi hatiku ingin tumpah  saat itu juga, tapi aku tak ingin malaikat kecil ku melihat aku menangis.
------------------------  continue  ---------------------------------

Rabu, 27 Juni 2012

Story ` 2 hati.... Part Dua.


Sebuah e-mail masuk pagi ini. ketika aku sedang melihat e-mail dari rekan-rekan kerjaku. “ dari kamu..” lirih ku.

" kamu bilang kamu minta maaf atas semua yang telah terjadi, kamu juga bilang bahwa hati kamu sekarang memang telah merasakan cinta yang aku berikan,
tapi kamu juga bilang tidak ingin mengganggu ku lagi jika aku tak bisa mengerti dirimu dan kamu juga bilang bahwa selama ini hati dan cinta yang kamu berikan adalah benar adanya. Hingga kamu menangis menahan rindu yang tak bisa kamu lepaskan, kamu menahan semua rindu itu untuk aku dan sekarang kamu ingin mencoba melupakan aku, agar aku tak terganggu dengan keberadaaanmu yang jauh dari jangkauan ku.”

Aku terpana membaca kata-kata ini, aku tak ingin perpisahan ini, tapi aku juga tak mampu mempersembahkan cinta ini utuh untukmu,
aku ingin kamu tahu bahwa aku memang benar mencintai dirimu,
inginkan diri mu ada disetiap hariku, menemani. Apa aku  egois?

Mungkin kamu tak menginginkan balasan. Tapi aku ingin menuliskan rasa yang ada dalam hatiku saat ini dan kata - kata ini untuk mu:

 For you.........
I do not know about you...
And I also do not know...
whether all sense that you give to me, it's real or not ..
My current feeling is ...I really lose you, 

who ever creates a sense in my heart.
if  I can ......

I want to see the real you, hug you tight, 
shed all the desire in my heart ,
but that's all I cannot do..... All is a dreams .
and sometimes.. I do not want to awake from that dream ..

I want to be kept always with you.
I do not understand why I get this?
imagining you..... make me feels sad and hurt.......but,
you are free to choose what happiness for you.
I feel lonely here ... if remember all the feelings
I cannot forget you .. because I really love you,
Thanks for all these sense of love. I just want you to know ...
there is a heart here....who feel the love from you.

Ku baca kembali apa yang ku tuliskan untukmu. Berulang-ulang.
Jariku ingin menekan tanda “kirim”..tapi ada rasa sedih yang kurasakan kini.
Aku ingin menangis, aku ingin kamu tahu bahwa aku merasa sedih membaca pesan mu ini. aku merasa bersalah memberi dan mempunyai rasa yang indah untukmu.

Sepertinya hanya tinggal tekan tombol kirim saja semua sudah selesai, tapi rasanya berat ku lakukan. Ini semua akan mengakhiri  keindahan yang telah tercipta bersamamu dan aku tak ingin ini berakhir.
Aku masih menginginkan mu ada. Terselubung rasa rindu yang kian menggelora di hati.. menempatkan mu dalam angan sunyi meraih mimpi, mimpi bersama mu.

Mungkin kah semua rasa ini akan tercipta kembali jika aku benar-benar memilikimu, aku tak tahu apa yang akan terjadi jika semua itu menjadi nyata di kemudian hari. Keinginan untuk bersatu jelas ada tapi semua rasa, semua cinta semua keindahan ini  nyatanya hanya mimpi yang kita ciptakan sendiri. menjadikan kita terbelengguh dengan cinta yang tak akan bisa kita wujudkan bersama. Ingin mengakhiri semua tapi aku tak sanggup, ingin ku lupakan semua cerita ini tapi aku tak mampu. Bagaimana aku harus merelakan cinta yang telah begitu terasa mendiami hati dan fikiranku jika dalam sekejap saja semua itu harus ku lepaskan tanpa bermaksud menyakiti siapa pun… oh aku benar-benar tak inginkan semua itu terjadi dalam hidup ku, aku bingung aku ingin semua berlalu tanpa rasa… tapi aku tak bisa.

Jariku tidak bisa menekan tombol kirim, kata hati itu ku simpan hingga saatnya aku bisa berani untuk mengirimnya kepadamu. Aku terdiam memikirkan bayanganmu, ingin rasanya mendengar suara lembutmu walau sedikit saja. Lagi-lagi aku tak berani untuk menekan nomor yang ada nama mu.

“ Tuhan… Mengapa semua ini terjadi dengan rasa indah yang ini?”

Aku tunda semua jadwal kerjaku, hati ku terasa begitu sepi dan aku tak ingin semua ini berpengaruh dengan konsentrasi kerjaku, aku hanya ingin menyendiri sejenak untuk lebih memahami rasa sedih yang sedang menyelimuti diriku saat ini.
~ 0 ~

Duduk memandangi rumput hijau didepanku. Entah apa yang ku fikirkan hingga aku berada disini. Sepasang remaja melintas didepanku, ada rasa bahagia bisa ku lihat disitu. Mereka tertawa dan bercanda. Mengingatkan ku pada suara  tangis dan tawa mu saat di telepon itu.

Aku harus mencoba untuk melupakannya, untukku juga untuk bidadariku yang indah itu. Tak mungkin menghapusmu , karena apa yang telah menjadi bagian dari cerita hidupku tak kan hilang begitu saja. Sedikit menyesali pertemuan itu, hingga rasa yang tercipta setelahnya. Aku merasa bersalah, bersalah kepadamu juga bersalah kepada dirinya. Saat ku bicarakan ini dengan teman dekatku, dia memintaku dengan sangat agar aku meninggalkan dirimu.

“ Aku tahu aku salah..” kataku saat itu.

“ jika kamu sudah tahu kalau itu salah kenapa kamu mencintai orang lain?’

 "aku tak tahu, rasa itu datang begitu saja dan aku terhanyut dengan rasa ini, apa yang harus aku lakukan? aku ingin memperbaiki semuanya tanpa menyakiti siapapun, apa aku harus berterus terang kepada bidadariku? Ku rasa itu tak mungkin!”

“ Baiklah.. jika kamu ingin merusak hubungan mu dengan bidadari yang bersamamu kini silahkan kamu ceritakan semuanya, sudah pasti dia akan merasa tersakiti. Jika kamu menginginkan semua baik-baik saja  maka lupakan dia, apapun resikonya. Karena bidadari yang bersamamu kini adalah orang yang mungkin saja mencintaimu dengan tulus jika dia tahu mungkin saja dia tak akan mempercayaimu lagi, walaupun kamu berkata benar”.

Aku menarik nafas panjang..hhhhhh....... “ ya… Trimakasih  sobat”

“ hey.. sudah jadi kewajibanku untuk mengingatkan kamu..sahabatku.”

“ya.. thanks again.”
 Aku terdiam sambil melanjutkan makan siangku, fikiranku melayang jauh kepadamu.

Seorang wanita melintas, menyadarkanku dari lamunan.  Ku dapati hari telah beranjak petang, aku ingin pulang dan mengakhiri semua seperti permintaan sahabatku. Aku juga ingin memperbaiki semua rasa yang sempat terbagi ini hanya untuk Bidadari cantikku di rumah.

Malam ini sunyi ..... Seorang bidadari cantik terlelap disisiku. Ku nyalahkan laptop dan langsung mencari e-mail yang akan ku kirimkan kepadamu. Membacanya kembali dan menambahkan kata-kata di pesan itu.
..... But I am so sorry …. Dear.
We have to end it all, I may have hurt you and I'm sorry for it ... once again I truly apologize to you, not that I do not love you. but ..such as you too.
 i had to choose between two options, and I'm so sorry ..
I have to chose her ....My angel.
I know it hurts , not only for you but also hurtful for me.
I could not forget you, but I could not be with you.
We both have someone among us who love.
So…. please forgive me....
and thanks for all the flavors that you have given me.
Thanks for everything.

Rasa cinta dan sedih menjadi satu malam itu, jadi ku kuatkan hati memberanikan diri menerima semua yang telah terjadi, belajar dari kesalahan yang telah aku lakukan… ku tekan tanda kirim..sambil lirih aku berkata.

“ forgive me..my love.”

Ada sedikit rasa nyeri didadaku menyadari semuanya telah berakhir. Ku dekati bidadari  cantik yang tebaring diperaduanku meletakkan tubuhku disampingnya, memeluk erat dan membisikan sesuatu ditelinganya. Bersamaan mulutku berkata….“ aku sayang padamu "
Dia membalikkan tubuhnya kehadapanku..kemudian menenggelamkan dirinya didada ku.......Dan hatiku berkata ..“ maafkan aku Cinta”.

~ The end ~

                                   



Kamis, 14 Juni 2012

Story ` 2 Hati.... Part satu.


Sendiri dalam kenangan indah bersamamu.
Kata-kata terukir dalam puisi mengalir begitu saja dari otakku.
Sekilas wajahmu melintas, ada rasa bahagia menyusup relung hatiku yang paling dalam. Begitu indahnya dirimu hingga aku tak mampu melepas bayangan diri yang pernah aku kenal.
Hmmm.. rasa ini kembali menghampiriku, rasa cinta yang belum sempat ku ungkapkan kepadamu. Rasa sayang yang belum sempat ku persembahkan untukmu. Hanya bayang dirimu yang bermain dalam benak ku. Tentu saja semua ini semakin membuatku jadi tak bisa berpaling pada hati yang lain. Entah sampai kapan ku pendam rasa ini.
@puisi . 2 Hati
                              Duduk diam menata hati.
                             Tersenyum sendiri saat wajahmu hadir dalam  memori.

                             Kamu pernah membuatku tertawa..
                             Kamu pernah membuatku tersenyum..
                             Kamu pernah membuatku bahagia.. dan,
                             Kamu juga pernah membuat diriku terluka dan menangis.

Senyumku pudar perlahan, ada hati biru tersusup duri kecil memenuhi  kalbu                                   
Cintaku tertambat diruang waktu, tak dapat ku ekspresikan cintamu.

Berharap bersama tapi kita tak bersama.
Berharap menyatu tapi kita tak bersatu.

Ada yang memikili dirimu kini..
Ada yang memiliki diriku kini.. dan kita,
Kita terbelengguh dalam cinta semu.

Adakah cinta itu untukku?
Akan kah ku biar kan cinta yang ku dapatkan kini berlalu?
Hati ku perih menahan pilu, tersayat sembilu memeras kalbu.. dengan....

2 cinta untuk ku dan 2 cinta untuk mu.

                                                          ~ 0 ~

HHHh.. ….kutarik nafas dalam, teringat kembali betapa saat itu terasa begitu indah, menemanimu dalam setiap langkah hariku.
Aku ingin dunia tahu bahwa cinta untukmu adalah nyata.
Aku ingin dunia tahu bahwa aku ingin memiliki dirimu seutuhnya.
Tapi kenyataan yang kita hadapi tak berpihak, kita terpisah dalam jarak dan waktu dengan keadaan yang berbeda.

“ Ah.. cinta terasa begitu pahit jika seperti ini “. Desah ku.

Malam kian beranjak jauh, sepi membalut hati. Tersadar dari lamunan yang membawaku jauh kedalam sebuah cerita indah tentang dirimu.

“Hey.....kamu yang disana diantara jarak dan waktu. Adakah kamu mengingatku malam ini? Apakah kamu tahu apa yang terjadi dalam hidupku kini?”. Jerit hatiku.

Seandainya saja kamu tahu, malam ini aku menari diantara bayang-bayang mu, mencoba mengapai sosok lembut diri mu mencari adakah hati yang tersembunyi. Dan rasa yang sulit ku pungkiri ini mengusik kedalam relung hati.

Seorang bidadari bersamaku saat ini, tak bisa ku bandingkan kecantikannya denganmu, karena kamu hanya sebuah bayangan yang lembut dan mempesona. Menciptakan sebuah imajinasi yang begitu indah, ditambah dengan kata-kata manis tiap kali kamu berucap. Aku sempat kecewa karena tak bisa melihat dirimu secara nyata, tapi aku mengerti maksudmu. Jika aku melihat dirimu yang nyata itu akan membuatku semakin terikat untuk memilikimu.

 Aku menangis menyadari kenyataan ini. sosok lembutmu terasa begitu menghangatkan hati. Tak terpikirkan lagi olehku ada seorang bidadari cantik yang menemaniku saat ini, jauh dalam jangkauan membuatku merasa sepi diantara keramaian. Tak bisa ku bandingakan keduanya. kamu semua mempunyai hati  yang begitu indah. Mungkin  ada hati yang terluka jika ku ungkapkan kebenaran ini. tapi aku tak ingin membuat luka, biarlah mungkin ku dapati diriku yang terluka dengan mimpi cintaku.

Selamat malam mimpi cintaku, kita tahu kenyataan ini tak mungkin kita patahkan begitu saja. Berharap aku bisa mencintai sepenuh aku mencintaimu. Menemukan kelembuatan mu dalam dirinya, hingga aku perlahan bisa melepas bayangan indah dirimu, bukan untuk melupakanmu, tapi menempatkanmu dalam ruang hatiku, hingga aku tak merasa kehilangan sosok lembut mu lagi.
" Aku mencintai mu... Sungguh.."
                                                          ~ o 0 o ~ to be continue.......

Rabu, 06 Juni 2012

sense of love and heart ~ 2


Istirahat siang berlalu, ku pacu mobilku kembali kekantor. 
Ada banyak pekerjaan yang harus kuselesai kan hari itu. 

Tiba dibelakang meja kerjaku saat ku dapati sebuah kotak kecil berpita biru tergeletak diatas kertas kerjaku. Hatiku tersentuh membaca surat itu, begitu lembutnya dirimu, begitu sabarnya dirimu hingga tak terucap kata yang mengesankan kamu marah atas sikapku. Aku merasa egois karenanya.

Kamu memberiku ruang agar aku berfikir tentang rasa cintaku, kamu memberiku waktu untuk memahami bagaimana dirimu. Hmm jadi aku ini apa selama ini ya..? ku baca sekali lagi tulisan indahmu, heran juga kenapa kamu tak ngomong langsung atau ngomong lewat telpon tentang ini? paling tidak tulisan di e-mail seperti yang sering kita lakukan.

Dirimu berada dikursi dekat  danau sore itu. Aku ingin menemuimu, tapi aku malu, aku belum siap dengan dirimu yang lembut seperti itu, melihatmu terdiam membuatku sedikit  tak berani mendekatimu. Aku hanya bisa memandang sosokmu yang indah itu dari kejauhan. 

“Ah seandainya saja......butuh keberanian berhadapan dengan jiwa lembutmu”.

Ku langkahkan kakiku menuju kursi tempat mu duduk tadi, harum mu masih tertinggal disana. Seakan kamu sengaja meninggalkannya untukku.

“Maafkan aku.. aku tak menyadari semua kelembutan yang kamu beri selama ini” desahku disela lirih hatiku.

Ku nikmati sisa harum mu. Semoga saja aku punya keberanian untuk menemuimu nanti.  Hatiku benar –benar sunyi.

                                                       ~ o ~ 

Sore berikutnya kamu datang lagi ketempat pertama kita bertemu, duduk diam memandang jauh ke danau, sesekali tanganmu mengetik sesuatu dalam notebook mu, angin yang bertiup menyibakkan rambut mu yang hitam tergerai indah, kulit  putih tak sengaja terlihat. Lembutnya rambutmu bisa ku bayangkan , harumnya bisa ku rasakan. Aku ingin berada disisimu saat itu tapi aku tak sanggup, aku telah membohongi diriku sendiri dengan perasaan ini.

Ku lajukan kendaraanku melewati ramainya jalan malam minggu, berharap ada sesuatu yang menarik untuk ku dapatkan, tapi tak bisa, ingatanku kembali pada sosok lembutmu yang begitu indah. Begitu menyentuh semua dinding rasa yang ada pada ku. Aku tak ingin mengecewakanmu tak ingin membuatmu menangis karenanya. semua ini menyadarkanku akan kehadiranmu.

Telponku bergetar, ku nyalakan earphone yang ada di telingaku.

“halo… “

“halo..” suara itu tak terdengar jelas.

“halo.. apa ini kamu?   Tanyaku tak menduga.

“ya.. ini aku..” Suara lembut itu menggetarkan hatiku.

“hay.. apa kabarmu?  tanyaku.

“aku baik.?” Suara itu terdengar  singkat.

“ Ada apa? Tunggu sebentar ya..?” 
ku matikan handphone ku dan memarkirkan mobil disisi jalan yang aman.
Beberapa menit kemudian hanpone ku kembali bergetar.

“halo..”

“ya aku disini… Ada apa ?  Tanyaku lembut

“ gak apa-apa, aku hanya ingin mendengar suara kamu aja.. boleh..?”

“Ooo…. Boleh” jawabku senang.

“sebenarnya aku mau tidur, tapi gak bisa, kamu ada terus dipikiranku.”

Aku terdiam, tak bisa kujawab dengan kata-kata itu. Ada sentuhan lembut yang tiba-tiba saja menyentuh hati.

“ aku telpon kamu besok ya? Sekarang aku masih dijalan..” kataku pelan.

“oke.. maaf mengganggu mu” suara lembut itu terdengar pelan.

“gak apa-apa kok, makasih ya udah telpon.. ini berarti banget buatku”

“hhh.. aku kangen kamu..” ada desahan nafas yang ku dengar disana.

“ya aku tahu, aku juga kangen sama kamu.. ku telpon besok ya.. aku janji, selamat malam..mimpi indah untukmu sayang…”

“trimakasih.. met malam..”

klik… telpon terputus, ada getaran indah yang ku rasa. Suaramu begitu lembut, aku tersenyum sendiri. Ku lanjutkan perjalananku malam itu menuju satu tempat.”RUMAH”.  Tak ada alasanku lagi untuk menghabiskan waktu diluar.
Hati ku terpenuhi cinta. Aku ingin merasakannya sendiri di tempat sunyi..yaitu kamarku. Mendengar suaramu membuat hati ini bahagia, walau cuma sebentar saja tapi suara lembutmu menghantarkan tidurku dengan mimpi indah bersamamu.
                                                         ~ o 0 o ~